Jumat, 20 September 2013

Engkaulah Yang Terindah Dalam Hidupku

Engkaulah yang terindah dalam hidupku.
Karena Tuhan telah memilihmu untukku.
Semua wewangian dan harum bunga semerbak di dunia ini tak berarti bagiku,
sebab engkaulah yang terharum di antara bunga-bunga itu.
Segenap pesona alam di sekelilingku tak bermakna buatku,
karena hanya dirimu satu-satunya pemikat kalbu di alam sadarku.

Jika belum sekarang saatnya,
tentu segala peristiwa itu telah dicatat oleh Tuhan untuk terjadi di masa depan.
Tak ada hal yang tidak terjadi dari hal yang diangankan,
jika Dia yang di atas sana telah mencermati doa-doa setiap insan.
Kata setiap orang bijak di jagad mayapada ini,  waktu Tuhan senantiasa tepat,
segala sesuatunya tidak pernah meleset dari setiap detik yang telah Dia tentukan.

Kebahagiaan setiap manusia ciptaan-Nya telah dipastikan oleh-Nya,
saat hati dan pikiran berpasrah & bersandar pada-Nya.
Mengapa harus sedih dan gelisah,
jika kebahagiaan masing-masing jiwa pasti datang & telah ditentukan?
Mengapa harus menghancurkan akal dan riang budi,
jika suka cita dan kenikmatan sudah dipastikan?
Mengapa harus mematikan keceriaan hari ini,
jika di tempat idaman itu terminal kebahagiaan siap menanti?

Detik-detik yang dilalui ini adalah bagian dari perjalanan menuju pelabuhan.
Tidak perlu bersedih hati.
Tetap semangat memantapkan langkah menetapkan satu jalan.
Maju ke depan, tinggalkan jejak yang dalam penuh kenangan dan kemenangan.
Kepada-Nya hanya ada satu hal yang pasti.
Kita tidak akan pernah tersingkir dari tatapan-Nya.
Kita tidak akan pernah tertinggal dari keinginan-Nya.

Dia sangat tahu setiap lekuk jiwa dan raga kita bahkan sebelum kita ada.

Yogyakarta, 20 September 2013,
tepat ketika jam menunjukkan dirinya di angka 04:53.
saat kegiatan di sekitar mulai bergerak dalam rutinitas.


Sabtu, 14 September 2013

Pestanya Rakyat Jogja

Dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Yogyakarta ke 257, Kelurahan Gunungketur, Kecamatan Pakualaman, Yogyakarta mengadakan Pesta Rakyat Jogja yang diselenggarakan pada hari Sabtu Legi, 14 September 2013 bertempat di seputaran Jln. Suryopranoto (sebelah timur kantor Kelurahan Gunungketur, sebelah utara Pasar Sentul).

HUT kota Yogyakarta sendiri jatuhnya tepat pada tanggal 7 Oktober 2013 yang dipercayai sebagai puncak acaranya.

Dengan semboyan Segoro Amarto (Semangat Gotong Royong Agawe Majune Ngayogyakarto), masyarakat kota Yogyakarta tetap bersemangat dalam menunjukkan keramahtamahan dan saling membantu sebagai karakter khas rakyat Jogja.
Beberapa kelurahan dan tentu saja kecamatan di kota Yogyakarta beramai-ramai menyambut hari jadi ini dengan penuh kegembiraan.

Senin, 07 Januari 2013

Saat Berhenti Bersuara

Saat manusia, seseorang atau apapun berhenti bersuara (atau berbicara), itu adalah saat dimana mereka semua sudah selesai.
Itulah kenapa banyak perusahaan besar yang walaupun sudah dikenal oleh publik selalu membuat iklan secara periodik dan berkala. Karena mereka tahu betul, bahwa jika mereka berhenti bersuara, maka itu adalah saat dimana mereka akan mulai merasakan ketiadaan publik yang mengenal mereka. Produk mereka bisa selesai dalam hitungan waktu yang sebentar saja.

Saat seseorang tidak update status di facebook atau status bbm, tidak berkicau di twitter, tidak aktif dalam kegiatan masyarakat, dan hal lain yang bisa dikategorikan sebagai alat untuk "bersuara" maka perlahan-lahan tapi pasti, seseorang tersebut akan dilupakan, akan surut tertumpuk oleh "suara-suara" orang lain, dan dia sudah selesai.

Bagaimana bisa bersuara tapi tetap tidak selesai? Ada satu hal yang pasti, yaitu : Berkaryalah...
Tinggalkanlah di dunia dan di hati banyak orang dengan hasil karya yg akan senantiasa "bersuara" dalam berbagai seninya.
Arsitek, bersuara dengan karya arsitekturnya. Pemahat, bersuara dengan patung-patungnya, dan lain-lain.

Seperti yang pernah aku tuliskan di blog ini yang berjudul : Rasa Itu Begitu Menyiksa, yaitu : "Kesempatan hidup hanya sekali, tanpa berkarya, apa yang mesthi aku pertanggungjawabkan kelak di hadapan-Nya?"


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Selasa, 25 Oktober 2011

Tidak Ada Waktu Lagi Untuk Menyapa

Itulah waktu..!
Sang waktu tidak pernah mengkhianati siapapun dengan berjalan secara lambat atau lebih cepat. Perlahan tapi pasti, ia akan melangkah ke depan. Tak ada waktu yang berbalik mundur atau diam saja.

Sang waktu selalu berkolaborasi dengan apapun dan siapapun dan dia tidak mau diberi syarat-syarat dan peraturan. Dia sudah punya aturan sendiri yang harus ditaati oleh para kolaboratornya. Ketika kita berkolaborasi dengan sang waktu, ada saat kita kecewa atau bahagia.

Nah, inilah saatnya. Waktunya telah tiba. Mulai saat-saat ini tidak akan ada lagi waktu untuk saling menyapa. Semuanya lenyap ditelan sang waktu. Kejamnya waktu, tapi itu memang harus terjadi. Karena tanpa waktu, segala sesuatunya akan membosankan, tidak ada dinamika kehidupan.

Justru dengan hadirnya sang waktu yang pada saat ini tidak akan pernah lagi memberi kesempatan untuk saling menyapa, dinamisasi kehidupan akan menjadi lebih menarik. Dari dinamisasi itu akan memunculkan suatu hal yang disebut dengan pengharapan.
Dan pengharapan itu juga hanya bisa dijawab oleh pesona sang waktu.

Berharap dalam pengharapan untuk bisa saling menyapa dan menaklukkan sang waktu.

-----

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Kegelisahan

Jam menunjukkan pukul 02:56, ketika kumulai menulis kata-kata ini untuk kupublish di blog diary-tronikku.
Saat ini aku begitu gelisah dalam kondisi aku sendiri tidak tahu alasannya. Kucoba untuk membuat list sumber kegelisahanku, dan hasilnya bingung sendiri, karena tidak tahu harus kumulai dari mana dan apa saja isinya.

Ada semacam "kesalahan kecil" dalam hidup ini. Ya, "something wrong", yang tak dapat kutemukan di dalam lintas kehidupanku saat ini, semacam "selilit di gigi" yang untuk mencarinya bagaikan mencari sebatang jarum di tumpukan jerami. Huuuhhhh..., mungkin cara tercepat untuk menemukannya adalah dengan membakar tumpukan jerami dan menggunakan magnet terkuat di bumi untuk menarik si jarum sumber selilit itu.

I "missed" someone in my life-place. Mungkin ini salah satu sumber kegelisahanku?

I "lose" much time in my whole-day. Ataukah ini sumber kegelisahanku?

Hari ini, pukul 03:07, sudah seharusnya ku berjanji untuk segera selesaikan semua "sumber kegelisahan" ini. Karena sepertinya setiap hari aku merasa seperti mengambil pisau dan melukai diriku sendiri secara perlahan-lahan hingga nanti aku bisa kehabisan darah dalam luka-luka kecilku itu.

So, forget "you" is the best-way, leave "you" behind is the best decision. Walau mungkin semangatku ikut kabur, tapi kenyataan tak akan mampu membuat spiritku terus menerus kabur.

Dan sekarang sudah pukul 03:12 saat aku mengakhiri tulisan ini.

-----

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Senin, 24 Oktober 2011

You Make My World So Colourful

You, dalam bahasa Indonesia ada 3 makna yang begitu mempengaruhi warna kehidupanku, yaitu : Dia, dia dan "dia".

You membuat hidupku sangat berarti untuk menjalani pergerakan langkah kaki ini setapak demi setapak menuju kenyataan hidup di depan mata.

You membuat hidupku menjadi berwarna dalam samudera kreatifitas pikiran yang membawa keluar dari penderitaan.

You yang lain membuat hidupku berpasrah, rela untuk melakukan apapun demi kebahagiaan semuanya.

You make my world so colourful. Yes, three of you yang menghiasi warna kehidupanku ini.

-----

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Sabtu, 22 Oktober 2011

I Love White

Sudah sejak empat hari yang lalu ketika kamu pertama kali mulai menggodaku dan sejak saat itu bayanganmu selalu hadir seirama dengan setiap detik nafasku. Keinginan untuk segera bertemu denganmu benar-benar bagaikan api membara yang siap membakar siapapun yang berani menentang pertemuan kita.

Sehari setelah mata kita saling menatap dengan mantap, engkau mengirim seorang pendekar yang juga pengawal kepercayaanmu untuk bertemu denganku. Hmmm..., kuladeni dia dengan segala kemampuan ilmuku yang kukuasai, bahkan sampai pada akhirnya saat ajian pamungkasku berhasil menaklukkan hatinya. Saat itu aku percaya bahwa kita akan segera bertemu.

Ahhhh...., tapi sekali lagi ada kendala. Karena kamu tidak boleh pulang sebelum hari ini. Kenapa sih semua orang memperlakukan dirimu seperti itu? Dan juga seolah-olah sewenang-wenang dengan aku? Hmmm... Kiranya tak ada yang mampu menjawabnya.

Hari kedua, kusabar menanti. Hari ketiga, perasaan dan angan-angan ini sudah tak sabar lagi. Ingin kudobrak tembok pembatas ini sekuat batinku. Tapi tidak bisa..!! Selalu ada jarak diantara kita.

Inilah hari keempat, ketika sebuah berita yang sangat menggembirakan datang dari para pengasuhmu. Engkau akan tiba hari ini. Asyiiiiikkkk..., mulai sore hari ini kamu akan selalu dalam pelukanku. Ayolah, tetap semangat dalam kebersamaan kita mulai saat ini.

Hai Putih, I always with you... :)

-----

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Jumat, 21 Oktober 2011

You are The Moon

Kamu memang sama persis dengan bulan. Hari ini aku telah mengamatimu dengan detail dan jelas, kukaitkan dengan banyak peristiwa yang berlalu, betul sekali kamu adalah duplikat sang The Moon. Kok bisa? Ya bisa bangeeettt...!!

Pertama, bulan nampak indah jika dilihat dari kejauhan. Nah, itu tiada beda dengan kamu. Saat dekat, kamu persis seperti foto-foto permukaan bulan di buku-buku itu. Oleh karena itu, menjauhlah..., sebab kamu tampak sangat indah jika dilihat dari jauh.

Kedua, saat purnama, bulan tampak begitu mempesona cantik menawan, laksana sang malaikat yang sedang berdandan, akibat dari sinar matahari yang menyinari bulan dan dipantulkan ke bumi. Itulah kamu, ketika aksesoris keindahan yang sebetulnya dari sinar yang lain menempel di badanmu, kamu tampak mempesona dan cantik. Saat dirimu tertutup bayangan bumi, kecantikanmu meredup seperti halnya bulan sabit. Purnama hanya sehari saja.
Oleh karena itu, berdandanlah dengan sinar sang surya, agar purnamamu tidak pernah meredup.

-----

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Yang di Dalam Hatiku Tetap Milikku

Tidak seorangpun tahu apa yang ada di dalam lubuk hati terdalam ini. Bahkan jika hatiku ini dirobek dan dipelajari oleh ahli manapun, tak akan ada yang tahu apa yang ada didalamnya.

Disitulah aku simpan hasrat terpendam, karena hanya disitu tempat teraman di dunia tanpa seorangpun tahu.

Saat kubuka gerbang hati dan masuk di dalamnya, segala macam keinginan, cita-cita, pengharapan yang selama ini aku dambakan siap menantiku.
Saat berada di dalamnya, rasa kebahagiaan muncul tanpa disadari dalam hidupku. Waktu seolah berjalan sangat cepat sekali, kenyataan berubah seketika menjadi kesemuan yang menggembirakan.

Semua itu membahagiakan sampai akhirnya ada realita yang terus menerus mengetuk pintu hatiku mengajak untuk segera pulang ke duniaku. Dunia yang nyata, dunia penuh kegalauan.

-----

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Kamis, 20 Oktober 2011

Istana Pasir Itu Rapuh Dari Dalam

Bayangkan jika kita sudah membuat istana dari pasir di tepi pantai, kita buat secara hati-hati, kita jaga dengan penuh perasaan kasih dan sayang, tiba-tiba tanpa musabab yang jelas, istana itu runtuh pelan-pelan.. Padahal dia kusiram dengan air secara pelan-pelan dari luar untuk menjaga kekokohannya, tapi..., ternyata rapuh di dalam, di dalam istana pasir itu, pasirnya kering dan tidak mampu menahan beratnya pasir basah di luarnya.

Memang sedih jika kita hanya mampu menjaga sisi luarnya tanpa bisa berbuat apa-apa untuk menyiram di dalamnya. Karena diluar saja nampak kokoh, didalamnya ternyata rapuh. Tapi, untuk menyiram air ke dalam istana pasir itu sangat suliiiiittt, karena kendalanya, tidak ada akses ke situ.., aku lupa bikin lubang-lubang untuk menyiram ke dalam.

Itulah yang bisa kurasakan, seindah-indahnya bentuk istana pasir yang kuukir dari luar, namun tanpa bisa menyentuh ukiran di dalamnya, semuanya sebetulnya sia-sia belaka. Tapi sudah menjadi tekadku untuk selalu membangun istana pasir dalam bentuk yang sama setiap dia runtuh. Walau tidak berharap sama sekali untuk bisa menyentuh bagian dalam istana pasir itu.

-----

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Berada di Tempat Tersembunyi

Paling susah adalah mencari tempat yang paling tersembunyi di seluruh dunia. Mencarinya saja susah apalagi kelak menemukannya juga susah. Namun ada satu tempat dimana tak seorangpun mampu menemukannya kecuali dirimu dan Tuhan. Sembunyikanlah saja semua itu di hatimu.

Aku sekarang sedang berada di tempat paling tersembunyi itu bersama dengan perasaan terdalamku. Tak seorangpun akan tahu, tak seorangpun akan menemukannya, tak seorangpun bisa mencarinya. Kebahagiaan tersendiri ada di tempat itu saat bersama perasaanku menghabiskan hari, menyusun puzzle dan mereguk air kehidupan semu secara bersama-sama.

Hanya disanalah kamu hidup, hanya disitulah kamu ada dan berada, disitulah kita merasakan kebersamaan. Di tempat paling tersembunyi di dunia itulah kita susun langkah bersama menuju kebahagiaan. Dari perasaan paling dalam, tidak ingin kutinggalkan tempat itu, tapi kenyataan harus dihadapi, hanya kelak berharap bahwa ke depan, tempat itu masih ada.

-----

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Rabu, 19 Oktober 2011

Lega, Saat Semuanya Jelas

Ternyata yang membuat kegelisahan dan meradang-kambuhnya kelemahan raga ini adalah ketidakjelasan.
Ketidakjelasan membawa pada pikiran-pikiran masa depan yang belum tentu terjadi. Belum tentu terjadi?? Eh, salaaahh..!! Maksudnya adalah : tidak tahu apa yang akan terjadi atau tidak terjadi. *bingung* | "yoben!! :D"

Begitu ada kejelasan walau dalam taraf "menyakitkan, menyedihkan atau membingungkan", namun kejelasan ini justru membuat pondasi perencanaan arah ke depan semakin mantap. Saat tidak jelas, rencana juga tidak bisa dibuat dengan lancar. Namun ketika semuanya menjadi jelas, akhirnya rencana terbangun berdasarkan pandemen kejelasan ini.

Di satu pihak menggembirakan, di lain pihak bisa jadi menggemaskan. Inti jelas yang tertangkap dari pengalaman ini adalah : ketika semua menjadi jelas, maka kegelisahan hati mereda dan pasti akan hilang. Hilang dalam konteksnya satu ketidakjelasan. Manusia hidup dalam beragam ketidakjelasan, itulah yang membuat mereka gelisah.

Jadi, satu pesan yang bisa aku tangkap adalah : jika ada ketidakjelasan, cari penjelasan dulu. Atau jika sulit mendapatkannya, drop ajalah tuh satu ketidakjelasan ini, supaya hidup kita tetap berjalan sebagaimana mestinya.

-----

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Selasa, 18 Oktober 2011

Indah Pada Waktunya

Ku minta kepada Tuhan setangkai bunga segar. Dia memberiku kaktus berduri, lalu ku minta hewan mungil nan cantik. Ia memberiku ulat bulu.

Aku sempat sedih, protes & kecewa, betapa tidak adilnya hal ini.
Namun kemudian... kaktus itu berbunga sangat indah sekali & ulat bulu itupun tumbuh & berubah menjadi kupu kupu yang amat cantik.

Itulah jalan Tuhan, indah pada waktunya. Tuhan tidak memberi apa yang kita harapkan tapi Dia memberi apa yang kita perlukan.

Kadang kita sedih, kecewa, terluka. Tapi jauh diatas segalanya... Dia sedang merajut yang terbaik untuk kehidupan kita.. Amien.

-----

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Ketika Hati Berbicara

Ketika hati berbicara, mata terpejam, nafas bergerak berirama berjalan bersama dengan detak si jantung, pikiran fokus pada perpaduan segala macam panca indra. Saat ini biasanya muncul dalam diri adalah indra keenam berupa insting, kedalaman perasaan yang akan mengawal jiwa ini menuju kepada pengharapan.

Hati ini sudah bicara, tapi bibir ini tidak mau bicara. Perasaan ini sudah terlempar keluar, tapi perbuatan ini tidak mau bergegas mewadahinya. Pikiran ini sudah terungkap melalui angan-angan, tapi keberanian untuk bertindak seakan lenyap seiring dengan ketidakmungkinan dalam kenyataan.

Saat mata terpejam, hati berbicara, berharap dia mendengarnya. Saat mata terbuka, mata berbicara, berharap dia melihat pancaran yang berbinar-binar dari cahaya mata ini.
Saat bibir tertutup, hati berbicara, saat bibir terbuka, hanya satu kata penghiburan yang terucapkan bukan kata dalam arti sesungguhnya.

Ketika hati berbicara, hati ini sudah terluka dan perih. Tak ada yang sanggup menutup lukanya kecuali jika dia mendengar suara hati ini dan menghembuskan nafasnya pada goresan luka di hati.

-----

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Saatnya Akan Tiba

Rencana yang baik selalu mempunyai kadaluwarsa waktu. Jika tidak ada tenggat waktu, maka itu adalah rencana yang sangat buruk.
Semua akan senantiasa bermuara pada akhir waktu. Saatnya akan tiba ketika rencana harus berakhir menjadi kenyataan yang kita alami.

Siap tidak siap, waktu tetap berjalan. Mampukah kita mengikutinya? Atau akankah kita tertinggal oleh sang waktu. Itulah kuncinya : "waktu". Saatnya akan tiba ketika waktu mulai menjawab rencana kita menuju pada batas penantian.

Aku menantikan batas itu, ataukah aku harus merencanakannya? Buat apa? Rencana harus berkadaluwarsa supaya rencana itu menjadi kenyataan. Ataukah sebaiknya tak usah bikin rencana, toh sang waktu akan selalu mempunyai jawaban untuk itu. Waktu adalah kenyataan.

So, I miss you, walau dalam batas rencana yang sangat buruk. I know that I can't do anything.

Bintang sangat indah ketika ia berada di tempat jauh dan memancarkan cahayanya di malam hari, tapi ketika ia mendekat ia akan melukaiku dengan panas membaranya.
Bunga mawar sangat menawan ketika ia dipandang dari jauh dan memancarkan pesonanya, namun ketika dekat dan sangat dekat, ia akan melukaiku dengan duri di dahan batangnya.

Tapi aku rela untuk terbakar oleh panasnya dan terluka oleh durinya bilamana itu adalah bagian dari rencana indah yang memiliki batas waktu. Saatnya akan tiba.

-----

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Senin, 17 Oktober 2011

Bintang Itu Indah

Hai kawan lihatlah di langit saat malam hari. Lebih enak lagi kalau kamu jauh dari kota yang tidak terganggu oleh cahaya lampu metropolitan. Kamu akan lihat beribu berjuta bintang berkilauan dengan sangat indahnya. Baringkan badanmu, lihatlah dia dan rasakan keindahannya.

Bintang itu indah, kawan, karena dia bercahaya, sebagai sumber cahaya yang keluar dari diri sendiri dan menerangi sekitarnya. Dia indah karena dia jauh disana dan tidak tersentuh. Dia indah karena dia terlihat cantik menawan dari kejauhan.

Kamu adalah bintangku, karena cahayamu berkilau memukau diriku dan sekitarmu, kamu berada nun jauh disana dan tidak bakalan bisa kusentuh. Keindahanmu hanya bisa terlihat dari jauh, bila mendekat, terbakarlah diriku, sebab engkau adalah matahariku.

Pada jarak yang tepat, bisa kurasakan indahnya terangmu dan kehangatan, namun saat kau lenyap yang kurasakan hanyalah kegelapan dan kedinginan. Tetaplah kamu menjadi bintangku, yang bisa kurasakan keindahannya saat berada di tempat yang jauh. Janganlah mendekat, atau diriku akan terbakar melebur bersamamu.

-----

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

I am Your Silent Admirer

I am your silent admirer, not the secret admirer. Kenapa silent? Karena begitu sunyi, sepi bahkan telingapun tak mampu menangkap suara genderang hati. Kenapa bukan secret? Karena jika secret, kelak bisa menjadi obsesi. I don't want it (setidaknya sampai detik ini).

Kamu tidak tahu bahwa I am your loyal silent admirer, tak seorangpun tahu, bahkan pikirankupun juga tidak tahu, yang tahu hanya satu, yaitu : hatiku. My heart is belong to you. Ketika sesuatu tidak harus dimiliki, maka ia boleh dikagumi. Kekaguman melibatkan hati. Hati melibatkan perasaan, perasaan ini secara tegas harus kuhentikan untuk tidak menyeberang ke pikiran. Sebab jika pikiran sudah terkena perasaan, maka ia akan menimbulkan perbuatan. Sekali lagi : I don't want it (setidaknya sampai detik ini).

Hei, bukankah ini perbuatan pengecut..!! Salaaahh besaar..!! As a silent master *halah*, ini justru perbuatan keselamatan, menyelamatkan pikiran dan perbuatan, sekaligus menyelamatkan hati untuk tetap bertengger pada cantelannya. Walau cantelan itu mulai rapuh.

-----

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Minggu, 16 Oktober 2011

Rasa Itu Begitu Menyiksa

Segala rasa yang tidak enak, ternyata begitu menyiksa. Walau sedikit banyak telah terhibur dengan peristiwa dan banyak acara yang mampu melupakan rasa itu selama sejenak, tapi ketika hiburan itu selesai, rasa itu kembali muncul.

Kadang ketika rasa itu datang, disertai pula dengan ketidakenakan secara jiwa dan raga. Sejenak muncul putus asa, namun kepercayaan pada Tuhan membawa kembali pada besarnya pengharapan. Bahwa pengharapan tak boleh sirna walau ancaman ketidakenakan bertubi-tubi menghantam.

Namun ketika rasa perih yang sedemikian hebat melanda jiwa dan raga, tetes air mata pun tetap tak sanggup menjadi obatnya. Keragu-raguan dan segala macam pertanyaan atas jawaban doa sering menjadi bagian terbesar dalam pikiran dan perasaan. Bisakah? Benarkah? Atau mengapa harus demikian?

Kucoba kembali kepada hakekat kehidupan dan memaknai kehadiranku di dunia. Mengapa aku harus ada? Jika tidak ada kepercayaan dan rencana Tuhan kepadaku, tentu saja aku tidak perlu dilahirkan di dunia dan dihantam dengan segala macam gelombang rasa. Kesempatan hidup hanya sekali, tanpa berkarya, apa yang mesthi aku pertanggungjawabkan kelak di hadapan-Nya?

-----

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Nggak Penting..

"Ho oh... Nggak penting kok.. Nggak usah dipikir begitu.." | "Yakin?" | "Yakin bangeeettt...!! |

Bagi seseorang, satu kejadian, peristiwa, atau perbuatan bisa dikatakan penting, tapi bagi orang lain, hal yang sama tadi itu bisa dibilangkan sebagai hal yang nggak penting sama sekali. So what?

Yah? Masih nanya juga? Intinya, jangan terlalu banyak berharap atau malahan menuntut kepada orang lain, bahwa sesuatu yang "sangat penting" bagimu, adalah hal yang penting bagi dia atau orang lain. Tidak bisa..!! Karena sebetulnya bisa saja, itu "sangat tidak penting" bagi dia atau orang lain.

Skala prioritas dalam kehidupan seseorang sangat berbeda-beda, beragam, beraneka rupa, bermacam-macam, dan sinonim dari berjuta perbedaan itu.

Jadi kesimpulannya jika kamu mempunyai sesuatu hal yang penting, dan orang lain menganggap "kepentinganmu" tersebut adalah hal yang biasa, atau malah nggak penting sama sekali, don't worry, don't tersinggung, jangan marah, putus asa, merasa diabaikan, pingin bunuh diri, nangis di pojokan sambil jilatin sandal *woww... wong edan nek kuwi*.

Stay relax aja, karena seperti tertulis diatas -- (tulisan bagian atas, bukan di atas kepala kamu yang pada baca) -- karena skala dan derajad kepentingan kita berbeda-beda. Hadapi saja dengan sabar, atau kalau mau lebih kejam, perlakukan hal yang sama kepada dia/orang lain ketika mereka punya "kepentingan", kita balas dengan mencuekannya.. *ngajari èlèk*. Ehh.. Jangan ding..!!

-----

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Sabtu, 15 Oktober 2011

Perasaan Itu Sudah Hilang?

Perjalanan waktu selalu membuat perubahan. Bukankah begitu? Iya, memang begitu dan harus begitu. Yang muda menjadi tua, yang lemah menjadi kuat (atau sebaliknya), yang hidup pun menjadi mati, bahkan menjadi hal yang tak mustahil bahwa yang mati juga akan kembali hidup, dan seterusnya.

Begitu pula dengan perasaan. Tumbuh kembangnya, hidup matinya pun tergantung kepada sang waktu. Seperti halnya tanaman dan makhluk hidup yang lain, perasaan akan bertumbuh dan berkembang jika dirawat dan dipelihara, dan ia akan layu atau bahkan mati tanpa disadari ketika ia diabaikan.

Aku tidak tahu apakah perasaanku kepadamu sudah hilang? Ketika kehangatan yang selama ini dirindukan tidak kudapat lagi darimu, semua berubah menjadi dingin. Ataukah justru sebaliknya, bukan perasaanku yang hilang, namun perasaanmu kepadaku yang sudah lenyap?

-----

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!