Skip to main content

Istana Pasir Itu Rapuh Dari Dalam

Bayangkan jika kita sudah membuat istana dari pasir di tepi pantai, kita buat secara hati-hati, kita jaga dengan penuh perasaan kasih dan sayang, tiba-tiba tanpa musabab yang jelas, istana itu runtuh pelan-pelan.. Padahal dia kusiram dengan air secara pelan-pelan dari luar untuk menjaga kekokohannya, tapi..., ternyata rapuh di dalam, di dalam istana pasir itu, pasirnya kering dan tidak mampu menahan beratnya pasir basah di luarnya.

Memang sedih jika kita hanya mampu menjaga sisi luarnya tanpa bisa berbuat apa-apa untuk menyiram di dalamnya. Karena diluar saja nampak kokoh, didalamnya ternyata rapuh. Tapi, untuk menyiram air ke dalam istana pasir itu sangat suliiiiittt, karena kendalanya, tidak ada akses ke situ.., aku lupa bikin lubang-lubang untuk menyiram ke dalam.

Itulah yang bisa kurasakan, seindah-indahnya bentuk istana pasir yang kuukir dari luar, namun tanpa bisa menyentuh ukiran di dalamnya, semuanya sebetulnya sia-sia belaka. Tapi sudah menjadi tekadku untuk selalu membangun istana pasir dalam bentuk yang sama setiap dia runtuh. Walau tidak berharap sama sekali untuk bisa menyentuh bagian dalam istana pasir itu.

-----

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Popular posts from this blog

Engkaulah Yang Terindah Dalam Hidupku

Engkaulah yang terindah dalam hidupku. Karena Tuhan telah memilihmu untukku. Semua wewangian dan harum bunga semerbak di dunia ini tak berarti bagiku, sebab engkaulah yang terharum di antara bunga-bunga itu. Segenap pesona alam di sekelilingku tak bermakna buatku, karena hanya dirimu satu-satunya pemikat kalbu di alam sadarku. Jika belum sekarang saatnya, tentu segala peristiwa itu telah dicatat oleh Tuhan untuk terjadi di masa depan. Tak ada hal yang tidak terjadi dari hal yang diangankan, jika Dia yang di atas sana telah mencermati doa-doa setiap insan. Kata setiap orang bijak di jagad mayapada ini,  waktu Tuhan senantiasa tepat, segala sesuatunya tidak pernah meleset dari setiap detik yang telah Dia tentukan. Kebahagiaan setiap manusia ciptaan-Nya telah dipastikan oleh-Nya, saat hati dan pikiran berpasrah & bersandar pada-Nya. Mengapa harus sedih dan gelisah, jika kebahagiaan masing-masing jiwa pasti datang & telah ditentukan? Mengapa harus menghancurka...

Indah Pada Waktunya

Ku minta kepada Tuhan setangkai bunga segar. Dia memberiku kaktus berduri, lalu ku minta hewan mungil nan cantik. Ia memberiku ulat bulu. Aku sempat sedih, protes & kecewa, betapa tidak adilnya hal ini. Namun kemudian... kaktus itu berbunga sangat indah sekali & ulat bulu itupun tumbuh & berubah menjadi kupu kupu yang amat cantik. Itulah jalan Tuhan, indah pada waktunya. Tuhan tidak memberi apa yang kita harapkan tapi Dia memberi apa yang kita perlukan. Kadang kita sedih, kecewa, terluka. Tapi jauh diatas segalanya... Dia sedang merajut yang terbaik untuk kehidupan kita.. Amien. ----- Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Semuanya Sudah Kuserahkan

Yah... semuanya sudah diserahkan. Kepada siapa? Kepada semua pihak yang berkepentingan. Bukan aku dan jelas tidak diserahkan kepada manusia atau bangsa-bangsa tak jelas yang tidak kasat mata. Semua sudah aku serahkan kepada yang maha kuasa. Segala hal yang ada padaku, sudah aku tak peduli lagi, hanya satu yang harus tetap aku pedulikan yaitu berkarya dan berkarya saja demi memuliakan nama-Nya. Sakit ini sudah tidak bisa aku cegah dalam pikiranku lagi, ya sudahlah.. karena aku hanya memberikan yang terbaik dan biarlah Dia yang menyelesaikannya.