Skip to main content

Saatnya Akan Tiba

Rencana yang baik selalu mempunyai kadaluwarsa waktu. Jika tidak ada tenggat waktu, maka itu adalah rencana yang sangat buruk.
Semua akan senantiasa bermuara pada akhir waktu. Saatnya akan tiba ketika rencana harus berakhir menjadi kenyataan yang kita alami.

Siap tidak siap, waktu tetap berjalan. Mampukah kita mengikutinya? Atau akankah kita tertinggal oleh sang waktu. Itulah kuncinya : "waktu". Saatnya akan tiba ketika waktu mulai menjawab rencana kita menuju pada batas penantian.

Aku menantikan batas itu, ataukah aku harus merencanakannya? Buat apa? Rencana harus berkadaluwarsa supaya rencana itu menjadi kenyataan. Ataukah sebaiknya tak usah bikin rencana, toh sang waktu akan selalu mempunyai jawaban untuk itu. Waktu adalah kenyataan.

So, I miss you, walau dalam batas rencana yang sangat buruk. I know that I can't do anything.

Bintang sangat indah ketika ia berada di tempat jauh dan memancarkan cahayanya di malam hari, tapi ketika ia mendekat ia akan melukaiku dengan panas membaranya.
Bunga mawar sangat menawan ketika ia dipandang dari jauh dan memancarkan pesonanya, namun ketika dekat dan sangat dekat, ia akan melukaiku dengan duri di dahan batangnya.

Tapi aku rela untuk terbakar oleh panasnya dan terluka oleh durinya bilamana itu adalah bagian dari rencana indah yang memiliki batas waktu. Saatnya akan tiba.

-----

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Popular posts from this blog

Saat Berhenti Bersuara

Saat manusia, seseorang atau apapun berhenti bersuara (atau berbicara), itu adalah saat dimana mereka semua sudah selesai. Itulah kenapa banyak perusahaan besar yang walaupun sudah dikenal oleh publik selalu membuat iklan secara periodik dan berkala. Karena mereka tahu betul, bahwa jika mereka berhenti bersuara, maka itu adalah saat dimana mereka akan mulai merasakan ketiadaan publik yang mengenal mereka. Produk mereka bisa selesai dalam hitungan waktu yang sebentar saja. Saat seseorang tidak update status di facebook atau status bbm, tidak berkicau di twitter, tidak aktif dalam kegiatan masyarakat, dan hal lain yang bisa dikategorikan sebagai alat untuk "bersuara" maka perlahan-lahan tapi pasti, seseorang tersebut akan dilupakan, akan surut tertumpuk oleh "suara-suara" orang lain, dan dia sudah selesai. Bagaimana bisa bersuara tapi tetap tidak selesai? Ada satu hal yang pasti, yaitu : Berkaryalah... Tinggalkanlah di dunia dan di hati banyak orang dengan ha...

Engkaulah Yang Terindah Dalam Hidupku

Engkaulah yang terindah dalam hidupku. Karena Tuhan telah memilihmu untukku. Semua wewangian dan harum bunga semerbak di dunia ini tak berarti bagiku, sebab engkaulah yang terharum di antara bunga-bunga itu. Segenap pesona alam di sekelilingku tak bermakna buatku, karena hanya dirimu satu-satunya pemikat kalbu di alam sadarku. Jika belum sekarang saatnya, tentu segala peristiwa itu telah dicatat oleh Tuhan untuk terjadi di masa depan. Tak ada hal yang tidak terjadi dari hal yang diangankan, jika Dia yang di atas sana telah mencermati doa-doa setiap insan. Kata setiap orang bijak di jagad mayapada ini,  waktu Tuhan senantiasa tepat, segala sesuatunya tidak pernah meleset dari setiap detik yang telah Dia tentukan. Kebahagiaan setiap manusia ciptaan-Nya telah dipastikan oleh-Nya, saat hati dan pikiran berpasrah & bersandar pada-Nya. Mengapa harus sedih dan gelisah, jika kebahagiaan masing-masing jiwa pasti datang & telah ditentukan? Mengapa harus menghancurka...

I Love White

Sudah sejak empat hari yang lalu ketika kamu pertama kali mulai menggodaku dan sejak saat itu bayanganmu selalu hadir seirama dengan setiap detik nafasku. Keinginan untuk segera bertemu denganmu benar-benar bagaikan api membara yang siap membakar siapapun yang berani menentang pertemuan kita. Sehari setelah mata kita saling menatap dengan mantap, engkau mengirim seorang pendekar yang juga pengawal kepercayaanmu untuk bertemu denganku. Hmmm..., kuladeni dia dengan segala kemampuan ilmuku yang kukuasai, bahkan sampai pada akhirnya saat ajian pamungkasku berhasil menaklukkan hatinya. Saat itu aku percaya bahwa kita akan segera bertemu. Ahhhh...., tapi sekali lagi ada kendala. Karena kamu tidak boleh pulang sebelum hari ini. Kenapa sih semua orang memperlakukan dirimu seperti itu? Dan juga seolah-olah sewenang-wenang dengan aku? Hmmm... Kiranya tak ada yang mampu menjawabnya. Hari kedua, kusabar menanti. Hari ketiga, perasaan dan angan-angan ini sudah tak sabar lagi. Ingin kudobr...