Skip to main content

You are The Moon

Kamu memang sama persis dengan bulan. Hari ini aku telah mengamatimu dengan detail dan jelas, kukaitkan dengan banyak peristiwa yang berlalu, betul sekali kamu adalah duplikat sang The Moon. Kok bisa? Ya bisa bangeeettt...!!

Pertama, bulan nampak indah jika dilihat dari kejauhan. Nah, itu tiada beda dengan kamu. Saat dekat, kamu persis seperti foto-foto permukaan bulan di buku-buku itu. Oleh karena itu, menjauhlah..., sebab kamu tampak sangat indah jika dilihat dari jauh.

Kedua, saat purnama, bulan tampak begitu mempesona cantik menawan, laksana sang malaikat yang sedang berdandan, akibat dari sinar matahari yang menyinari bulan dan dipantulkan ke bumi. Itulah kamu, ketika aksesoris keindahan yang sebetulnya dari sinar yang lain menempel di badanmu, kamu tampak mempesona dan cantik. Saat dirimu tertutup bayangan bumi, kecantikanmu meredup seperti halnya bulan sabit. Purnama hanya sehari saja.
Oleh karena itu, berdandanlah dengan sinar sang surya, agar purnamamu tidak pernah meredup.

-----

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Popular posts from this blog

Engkaulah Yang Terindah Dalam Hidupku

Engkaulah yang terindah dalam hidupku. Karena Tuhan telah memilihmu untukku. Semua wewangian dan harum bunga semerbak di dunia ini tak berarti bagiku, sebab engkaulah yang terharum di antara bunga-bunga itu. Segenap pesona alam di sekelilingku tak bermakna buatku, karena hanya dirimu satu-satunya pemikat kalbu di alam sadarku. Jika belum sekarang saatnya, tentu segala peristiwa itu telah dicatat oleh Tuhan untuk terjadi di masa depan. Tak ada hal yang tidak terjadi dari hal yang diangankan, jika Dia yang di atas sana telah mencermati doa-doa setiap insan. Kata setiap orang bijak di jagad mayapada ini,  waktu Tuhan senantiasa tepat, segala sesuatunya tidak pernah meleset dari setiap detik yang telah Dia tentukan. Kebahagiaan setiap manusia ciptaan-Nya telah dipastikan oleh-Nya, saat hati dan pikiran berpasrah & bersandar pada-Nya. Mengapa harus sedih dan gelisah, jika kebahagiaan masing-masing jiwa pasti datang & telah ditentukan? Mengapa harus menghancurka...

Indah Pada Waktunya

Ku minta kepada Tuhan setangkai bunga segar. Dia memberiku kaktus berduri, lalu ku minta hewan mungil nan cantik. Ia memberiku ulat bulu. Aku sempat sedih, protes & kecewa, betapa tidak adilnya hal ini. Namun kemudian... kaktus itu berbunga sangat indah sekali & ulat bulu itupun tumbuh & berubah menjadi kupu kupu yang amat cantik. Itulah jalan Tuhan, indah pada waktunya. Tuhan tidak memberi apa yang kita harapkan tapi Dia memberi apa yang kita perlukan. Kadang kita sedih, kecewa, terluka. Tapi jauh diatas segalanya... Dia sedang merajut yang terbaik untuk kehidupan kita.. Amien. ----- Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Semuanya Sudah Kuserahkan

Yah... semuanya sudah diserahkan. Kepada siapa? Kepada semua pihak yang berkepentingan. Bukan aku dan jelas tidak diserahkan kepada manusia atau bangsa-bangsa tak jelas yang tidak kasat mata. Semua sudah aku serahkan kepada yang maha kuasa. Segala hal yang ada padaku, sudah aku tak peduli lagi, hanya satu yang harus tetap aku pedulikan yaitu berkarya dan berkarya saja demi memuliakan nama-Nya. Sakit ini sudah tidak bisa aku cegah dalam pikiranku lagi, ya sudahlah.. karena aku hanya memberikan yang terbaik dan biarlah Dia yang menyelesaikannya.